Is it really necessary?

Menghabiskan banyak waktu di sosial media membuat saya termangu dan berpikir, banyak sekali wajah-wajah cantik berseliweran di beranda, terpoles make up dengan apik, berpakaian rapi gonta-ganti dalam setiap postingan/story. Kadang saya hampir lupa bahwa yang saya lihat adalah kawan saya sendiri, bukan artis kawakan ternama. Perbincangan di dunia nyatapun sesekali merupakan topik tentang merk gincu atau diskon baju.

Entah sejak kapan fenomena ini hadir, sehingga gaya konsumtif mau tidak mau akhirnya kebanyakan orang (khususnya kaum wanita) menganutnya.

Saat ini saya sendiri bertanya-tanya untuk apa hal ini dilakukan, yang sekarang saya dapatkan jawaban adalah: pengakuan.

Semoga kita tidak lupa, bahwa ada yang harus kita perhatikan selain penampilan.

Semoga kita tidak lupa dengan kerapihan harus disandingkan dengan akhlak yang baik dan pemikiran yang baik

Semoga kita tidak lupa bahwa cantik tidaklah abadi, namun menua adalah hal yang pasti.

Semoga kita tidak lupa bahwa kita sedang berbekal, menuju alam yang kekal.

Leave a comment