Ohya kisah ini tentang uang. Sebelum kalian kecewa lebih baik keluar saja.
Hari ini saya lelah betul dikecewakan untuk kesekian kalinya oleh tempat saya bekerja.
Kecewa yang pertama, terjadi waktu saya sudah melewati proses interview di awal Juli. Mereka bilang saya harus bertemu dengan pihak yayasan sebagai syarat terakhir sebelum saya diterima di sebuah tempat mengajar. Belum ada kata-kata bahwa saya diterima, saya diminta untuk mengikuti rapat kerja. Ah oke saya jalani, meski saya tidak tahu bagaimana status saya disana. Lantas saya bertanya-tanya kapan saya akan bertemu dengan yayasan.
Pertama mereka bilang saya akan bertemu Yayasan hari Jumat. Hari Jumat tiba, mereka bilang hari Senin. Hari Senin tiba, mereka bilang Selasa, mereka bilang Minggu depan dan seterusnya. Kecewa? Ya, tapi saya masih excited untuk mengajar di sekolah tersebut.
Akhirnya saya bertemu dengan pihak yayasan. Mungkin mereka bisa membaca raut wajah saya dimana saya sangat bersemangat untuk belajar dan mengajar disana. Mereka berkata bahwa uji coba akan berlangsung selama 3 bulan. Income yang saya dapat harian, lebih sedikit dengan honor privat saya selama satu jam pertemuan. Setelah saya melewati masa percobaan, maka mereka menjanjikan gaji yang berbeda. Lalu saya menanyakan jika saya melakukan yang terbaik, apakah waktu uji coba bisa dipersingkat? Mereka bilang, ya tentu.
Mungkin kamu tidak paham api semangat berkobar begitu besarnya.
Untuk pertama kalinya saya berhutang dengan kakak saya untuk mencicil laptop karena proses belajar ini melalui jarak jauh sehingga saya harus memiliki laptop yang memadai sedangkan laptop lama saya sudah terlalu tua. Murid saya pantas mendapatkan ilmu dengan fasilitas yang baik. Tidak baik jika saya mengecewakan mereka dengan laptop yang lemot.
Lagipula, “jika saya melakukan yang terbaik, mereka akan mempersingkat waktu uji coba.” sehingga bisa saja cicilan laptop akan lebih ringan.
1 bulan berjalan, belum ada kabar dari yayasan.
2 bulan berjalan, belum ada kabar dari yayasan.
3 bulan berjalan, belum ada kabar dari yayasan.
Baiklah, mungkin seburuk itu kinerja saya dalam mengajar. Saya hanya dapat menebak, karena tidak terlihat seseorang dari mereka memantau kinerja saya karena dari jarak jauh.
Bulan ketiga sudah terlewati, saya pikir mereka akan mentransfer dengan pendapatan yang berbeda dari yang sebelumnya. Ternyata tidak.
Saya hubungi beberapa orang karena tidak ada HR di tempat saya mengajar. Hasilnya? Pesan saya hanya diread.
Saya bertanya lagi, dengan siapa saya bisa mendapatkan informasi terkait hal ini? Saya benar-benar menangis. Dikecewakannya hati yang berharap. Mereka bilang nanti akan dikabari.
Jika ini bukan tentang hak, maka saya tidak akan serewel itu.
Hari-hari terus berlalu. Saya meminta kepada Allah agar diberikannya mereka hidayah.
4 November 2020.
Saat saya sedang bertemu murid saya di Zoom pada pagi hari, saya mendapat telepon. Diamanatkan untuk datang ke sekolah hari itu. Mereka bilang ini tentang kepegawaian. Ohya tentu saya sangat senang. Betapa hari ini saya sangat tunggu-tunggu.
Saat bertemu dengan yayasan, mereka menanyakan kepada saya tentang kesan, pesan, usulan terhadap sekolah. Kemudian mereka bilang akan membuat perjanjian kontrak dengan saya. Di akhir pertemuan, mereka menyodorkan hasil penilaian saya. Meski entah bagaimana mereka menilai. Dibawahnya terdapat tulisan nominal gaji saya. Hanya berbeda puluhan ribu dari gaji saya saat menjadi pegawai uji coba.
Miris.
Meskipun mereka tidak menawarkan untuk membahasnya, saya berkata apakah nominal bisa dipertimbangkan lagi. Mereka bilang tidak, khawatir yang lain iri kepada saya.
Mereka bilang tidak bisa. Meskipun saya menggunakan skill lebih.
Meskipun saya lulusan sarjana dari Universitas rebutan calon mahasiswa.
Meskipun sedikit komplain yang terdengar dari orang tua.
Saya terdengar sedang menyombongkan diri sekarang. Tapi memang itu yang para pencari pekerja lakukan untuk “menjual” kelebihan mereka.
Saya sangat berharap hal itu dapat bisa dipertimbangkan, tapi mereka mengatakan
“ya, cukup sekian pertemuan hari ini”.
Cara mereka memperlakukan saya, memanfaatkan saya..
Hari ini, saya sangat kecewa.